Jenis Hati Manusia

Jenis Hati Manusia

 

Hati manusia ada empat macam:

Pertama Qalbun ajrad (Hati yang murni), padanya ada lentera yang bersinar itulah hati seorang Mukmin.

Kedua Qalbun aghlaf (hati yang tertutup) itulah hatinya orang kafir.

Ketiga Qalbun mankus (hati yang terbalik) itulah hatinya orang munafik. Dia mengetahui kemudian setelah itu mengingkari, sebelumnya dia melihat kebenaran kemudian kembali buta.

Keempat Qalbun tamaduhu ma datan (hati yang memiliki dua unsur) yaitu unsur keimanan dan kemunafikan.

Perumpamaan iman di dalam hati itu adalah seperti sayur-sayuran yang disiram air bersih. Sedangkan perumpamaan kemunafikan dalam hati adalah seperti luka yang dilumuri nanah dan darah. Mana di antara keduanya (iman dan kemunafikan) yang menang, itulah yang mendominiasi atasnya.” (HR. Ahmad : 10705)

 

Subhanallah… Alhamdulillah…
Dari empat macam kriteria hati tersebut, sudah barang tentu kita harus memiliki hati yang bersih yang di dalamnya terdapat pelita yang bersinar. Karena hati yang demikian lah yang bisa merasakan nikmat dan indahnya iman.

 

Kita berusaha menghindar hati yang lain, sebagaimana hati orang kafir yang menutup diri dari mengingat Allah, atau hatinya orang munafik, yaitu dengan cara belajar berguru atau mendatangi Ulama yang mengetahui obatnya penyakit hati.

 

Kita terus berusaha agar hati kita bisa menjadi hati yang bersih dengan cara mencari ilmu, duduk-duduk bersama orang alim, banyak dzikir ingat Allah, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya.

 

Kita yakini bahwa hatinya orang yang beriman atau mukmin adalah sebaik-baiknya hati, sehingga kita terus berusaha meraihnya. Sebab terhadap hati orang yang beriman, Allah akan memberikan anugerah ketenangan langsung dari sisi-Nya.

 

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَاناً مَّعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيماً حَكِيماً

 

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka.” (QS: Al Fath : 4).

 

Kita terus mohon ampun kepada Allah jika hati kita masih terkadang menutup diri dari mengingat Allah SWT serta terkadang masih khilaf. Dan mohon agar Allah senantiasa membimbing dan membina hati kita menjadi hati yang bersih dan bersinar sebagaimana hatinya orang mukmin.

 

Yaa Allah.. Ampuni kami..
Terimalah amal baik kami..
Dan bimbing kami semua kejalan yang lurus. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin

Bagikan

Leave a Comment