Buku Pintar Ikwnul Muslimin

Buku Pintar Ikwnul Muslimin

 

Berbicara islam transnasional yang juga tidak luput dari sorotan dunia adalah kelompok islam Ikhwanul Muslimin.dalam catatan sejaran kelompok islam ini dilahirkan di kota Isma’ilia Mesir. Kelompok islam ini didirikan oleh 7 tokoh islam yang diketuai oleh Hasan Al-Banna. Pada dasarnya lahirnya Ikhwanul Muslimin adalah sebuah respon dari dominasi peradaban barat atas Islam sekaligus menjadi kemunduran umat islam di pihak lain.

 

Ikhwanul Muslimin tumbuh pasca runtuhnya kesultanan Turky Usmany. Saat kesultanan Islam terbut berakhir diketahui bahwa umat islam disibukkan dengan wacana revivalis (kebangkitan) islam serta merumuskan kembali cara islam dapat menguasai dunia. Langkah ini tidak mudah bagi umat Islam termasuk kelompok Ikhwanul Muslimin. Sebab hegemoni barat atas dunia sudah menguasai sendi-sendi kehidupan.

 

Gerakan Ikhwanul Muslimini pada mulanya bukan sebuah gerakan keagamaan yang mengusung ideologi politik, melainkan sebuah gerakan yang bersifat social keagamaan. Tidak heran jika kita temui catatan-catatan Ikhwanul Muslimin pada masa awal berdirinya konsentrasi pada urusan keumatan, seperti pendidikan, ekonomi, dakwah dan lain sebagainya. Namuan, setelah mendiang pendiri gerakan ini meninggal, Ikhwanul Muslimin mengalami perubahan yang sangat fundamental. Kini gerakannya sudah mulai tidak focus pada gerakan sosial. Ironisnya, para tokoh-tokoh utama gerakan ini mulai mendekat ke kekuasaan dan berusaha bagaimana cara merebut kekuasaan politik tersebut.

 

Gamal Abdul Nasser sebagai pimpinan (presiden ke 2 Mesir) menganggap berbahaya orientasi gerakan Ikhwanul Muslimin ini. Pemerintah saat itu gerakan Ikhwanul Muslimin merespn serius organisasi politik ini. Sehingga para elit gerakan ini ditangkap dan dipenjara. Untuk menghidar dari penangkapan secara represif, para aktifis gerakan ini melarikan diri keberbagai Negara dan melancarkan ideologinya keberbagai Negara yang dituju.
Upaya penangkapan yang represif ini berakibat pada perubahan gerakan menjadi al-tathorruf (radikal). Diketahui bersama salah satu anggota yang gerakannya semakin massif adalah Sayyid Qutb. Pemikiran yang dituangkan dalam berbagai buku menjadi rujukan bagi Ikhwanul Muslimin. Meskipun secara internasional Sayyid Qutb terkesan menjadi tokoh sentrak Ikhwanul Muslimin, ternyata di tubuh oranisasi Ikhwanul Muslimin secara internal tidak dapat diterima oleh bagian pihak.

 

Untuk mendapatkan pengetahuan tentang Ikhwanul Muslimin, Tim Peneliti Harakah Islamiyah menyajikan sebuah buku yang mengulas secara ringkas tapi padat tentang gerakan Ikhwanul Muslimin. Mulai dari sejarah berdirnya, tokoh-tokohnya, jaringannya, keterkaitannya dengan kelompok islam lainnya. Serta bagaimana perjumpaan Ikhwanul Muslimin dengan kelompok islam puritan.

silahkan klik di sini Pdf

Bagikan

Leave a Comment